Sabtu, 20 Desember 2014

Kapal Asing si Maling Ikan Bagusnya Ditenggelamkan atau Dimanfaatkan ?


Banyak pro kontra tentang kebijakan penenggelaman kapal asing yang mencuri ikan di laut Indonesia. Ada yang setuju jika kapal tersebut langsung ditenggelamkan atau juga yang setuju jika kapal yang ditangkap diberikan ke nelayan Indonesia. Kalau kamu memihak yang mana?
Pak Jokowi dan Menteri Susi kini sedang panas-panasnya meminta angkatan laut untuk menenggelamkan kapal asing yang mengambil kekayaan di wilayah laut Indonesia tanpa izin. Hasilnya, sudah beberapa kapal ditenggelamkan dalam menindak maling ikan yang ternyata selama ini begitu bebas di lautan.

Penenggelaman kapal asing mungkin menjadi pilihan terbaik bagi kita. Karena hal itu lebih "nendang" untuk menimbulkan efek jera. Namun tak serta merta langsung ditembak jatuh, harus ada pengamanan terlebih dahulu seperti pemindahan awak kapal, dan pengosongan bahan bakar minyak agar bahan bakar tersebut tidak mencemari lingkungan.

Pemikiran agar kapal asing yang ditangkap diberikan ke nelayan Indonesia memang tujuannya baik, karena kapal tersebut dapat dimanfaatkan nelayan kita untuk mencari ikan di laut. Namun jika pemerintah melakukan hal tersebut, apa bedanya kita dengan perompak ?

Perompak adalah perampokan yang dilakukan di laut, seperti mengambil harta benda yang ada di kapal baik itu mengambil barang bawaan, mengambil kapalnya, atau mengambil spare partnya. Lalu jika kita mengambil kapal asing itu tentunya perilaku kita sama dengan perompak.

Pengambilan kapal asing pun dirasa tidak menimbulkan efek jera, seperti misalnya kita punya motor terus disita karena melanggar peraturan lalu lintas, tentu nanti ada "nego" agar motor kita dapat diambil kembali. Sama halnya jika kapal-kapal tersebut "disita", tentunya dapat menimbulkan "negosiasi" yang dapat dilakukan oleh negara asal kapal tersebut dengan aparat negara.

Coba bayangkan kalau kapal tersebut langsung ditenggelamkan, mau "nego"-in apa ? Paling negara asal si maling hanya bisa marah-marah sekaligus pasrah. Maling kok marah-marah ?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar